oleh

Skor Imbang Lawan Persekabpas, PSID Lolos ke Liga 3 Zona Nasional

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Pertandingan sepak bola liga 3 Regional Jawatimur antara PSID Jombang melawan Persekabpas di Stadion Merdeka, Jombang berakhir dengan skor 1-1. Hasil skor imbang tersebut, menjadi peluang PSID Jombang melenggang menuju ke liga 3 Zona Nasional.

“Alhamdulillah dengan skor 1:1 kita sangat puas hingga dapat mengantarkan ke posisi 32 Nasional,”kata asisten pelatih PSID Jombang, Samsul Arifin ditemui usai pertandingan.

Di pertandingan sebelumnya, pada Jumat (29/11/2019) lalu, di kandang Persekabpas Pasuruan, tim berjuluk kebo kicak ini berhasil menahan imbang dengan skor 2-2 di Stadion R. Soedarsono Pogar, Pasuruan.

“Pertandingan tadi, kita terapkan formasi 4:3:3,” ujar Samsul Arifin.

Pertandingan Ricuh

Pertandingan antara PSID dengan Persekabpas di liga 3 Regional Jawa berlangsung sengit mulai dari babak pertama hingga babak terakhir. Kedua tim saling menyerang untuk mencetak gol.

Pada pertandingan babak pertama menit ke-8, pemain PSID nomor punggung 19, Erfan Rusiyadi berhasil membobol gawang yang Persekabpas yang dijaga oleh Muchammad Alfarisi. Skor berubah 1-0 untuk PSID Jombang.

Pertandingan semakin memanas, terjadi hingga terjadi kekisruhan antar pemain. Di menit ke 18, wasit Udinrifay mengeluarkan kartu merah untuk Erfan karena dianggap melakukan pelanggaran. Disaat bersamaan, wasit memberikan kartu kuning untuk pemain Persekabpas Ricko Hardiansyah nomor punggung 9.

Jumlah pemain PSID berkurang menjadi 10 orang yang melawan 11 pemain Persekabpas. Hingga akhir babak pertama, tim kebo kicak masih tetap bertahan unggul.

Memasuki babak kedua, suasana masih tetap memanas. Pemain asuhan Fakhrudin terus menyerang PSID Jombang. Beberapa kali terjadi gesekan antar pemain. Tercatat di babak kedua, wasit asal Donggala mengeluarkan 5 kartu kuning kepada 4 pemain Persekabpas. Sementara, 2 kartu kuning diberikan kepada pemain PSID.

Baca Juga  Promosi Wisata, Siraman Air Terjun Sedudo Nganjuk Dihadiri 7 Negara

Di menit ke 66, tendangan Ricko hardiansyah berhasil menerobos gawang PSID yang dijaga Khusnul Wahyu Wardono. Skor pun berubah dan imbang menjadi 1:1. Tim kebo kicak asuhan Moch Heru Sunarno berusaha membalas, namun belum berhasil. Justru, para pemain Persekabpas terus menggempur pertahanan PSID.

Di menit ke 77, pemain Persekabpas Dede Jossy Bastian melakukan pelanggaran keras hingga terjadi kekisruhan di tengah lapangan. Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada pemain nomor punggung 19 ini.

Kekisruhan kembali terjadi pada menit ke 4 di babak tambahan. (90+4). Pemain M Ali Khumaidi dari Persekabpas mendapat kartu merah dari sang wasit. Hingga wasit pemimpin pertandingan, meniup peluit panjang, laga leg 2 berakhir dengan skor sama 1:1.

Samsul Arifin menuturkan bahwa pemicu kericuhan karena wasit dianggap kurang tegas dalam memberikan keputusan.

“Sebenarnya kita sesama tim dari PSID maupun Persekabpas tidak ada masalah. Yang jelas pemicunya adalah wasit sebagai pemimpin perangkat pertandingan, ini laga krusial, wasit terlalu riskan untuk mengeluarkan kartu merah, dipihak kita pada menit ke 19 kita kena kartu merah, bahkan dipihak lawan ada 2 pemain yang kena kartu merah itupun karena kericuhan bukan karena pelanggaran pemain,” ujarnya Syamsul.


Editor: Azriel