oleh

Usai Turunkan 135 Tabung Elpiji, Pria Ini Tidur di Truk Lalu Meninggal

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Arifin (47), warga Desa Rejoagung, RT 04 RW 04, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, ditemukan tewas di dalam mobil yang digunakan untuk mengangkut tabung gas elpiji. Sebelum meninggal, karyawan kirim elpiji itu sempat menurunkan ratusan tabung gas elpiji.

Informasi yang diperoleh Jurnaljatim.com, peritistiwa itu terjadi pada Rabu pagi (15/2/2020) jam 07.45 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh Supardi (47) Sopir truk agen elpiji, asal Desa Jatirejo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Saat itu, korban bersama sopir berangkat dari pangkalan elpiji Ploso menuju ke toko milik Sunar di desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Jombang. Di toko itu, korban menurunkan elpiji kurang lebih 135 tabung.

“Setelah korban minum kopi, kemudian kami melanjutkan pengiriman ke Desa Genengan Jasem, Kecamatan Kabuh,” kata Supardi dalam keterangannya kepada polisi.

Disaat perjalanan itu, korban tertidur sambil mendengkur. Supardi sempat bilang kepada korban, kalau capek di buat istirahat. Nah, saat didepan toko elpiji milik Etik, di Desa Genengan Jasem, korban dibangunkan namun tidak bergerak sama sekali.

“Saat perjalanan, korban tertidur sambil mendengkur. Pas sampai di toko ibu Etik, korban saya bangunkan, tapi tidak bergerak sama sekali,” kata dia.

Supardi kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata korban sudah mneinggal dunia. Kejadian itu, kmeudian di laporkan ke Polsek Kabuh.

“Setelah ada laporan, kami bersama tim identifikasi Polres Jombang menuju lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Kapolsek Kabuh, AKP Rudi Darmawan.

Dia mengatakan, dari keterangan Petugas puskesmas saat dilakukan pemeriksaan bersama sama indetifikasi polres tidak diketemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh
korban.

“Keluarga korban yang datang langsung ke TKP dan melihat kondisi korban dan menyatakan bahwa korban dalam kondisi sakit dan kecapekan,” ujar Kapolsek Kabuh.

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan outopsi dan surat pernyataan menerima kejadian tersebut murni meninggal karena korban dalam kondisi sakit dan kecapekan.


Editor: Hafid