oleh

Penadah HP Curian Simpan Sabu di Celana, Ibu Muda di Jombang Ikut Terseret

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Pekerja serabutan asal Mojongapit, Jombang ini apes dua kali lipat. Saat ditangkap polisi karena keterlibatan kasus pencurian ponsel di Ngawi, pria bernama Jatmiko ini kedapatan menyimpan narkotika sabu-sabu.

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid menjelaskan, Awalnya, Satreskrim Polres Ngawi dengan anggota Satreskrim Polres Jombang melakukan penangkapan terhadap Jatmiko di sebuah rumah Desa Mojongapit, Jombang. Dia ditangkap karena diduga menjadi seorang penadah HP curian di wilayah Ngawi.

Apesnya, saat tubuhnya digedah, pria berusia 46 tahun itu kedapatan menyimpan satu plastik klip sabu 0,87 gram di saku celanya. Sabu itu disembunyikan didalam bungkus rokok. Jatmiko dan barang buktinya dibawa ke Mapolres Ngawi.

“Kasus narkoba kita tangani, dan saat ini tersangka ditahan di Polres Ngawi,” ujar Mukid, Senin (23/3/2020).

FOTO: Tersangka Febriana. (Istimewa)

Dalam pemeriksaan, Jatmiko pun ‘bernyanyi‘. Dia mengaku mendapat kristal haram itu dari seorang ibu rumah tangga yang rumahnya masih satu desa denganya, yakni di Desa Mojongapi. Sejurus kemudian, polisi mendatangi rumah IRT tersebut.

Namun, saat itu pelaku yang diketahui bernama Febriana Sapta Ramandini (24) sedang tidak ada di rumah. Petugas terus memburunya hingga berhasil membekuknya di tempat persembunyiannya di Perumahan Denanyar Indah, Desa Denanyar, Jombang.

“Tersangka Febriana saat itu sedang mengonsumsi sabu-sabu didalam rumah, barang bukti yang kita amankan pipet kaca dan sabu berat kotor 1,62 gram,” ujar Mukid dikonfirmasi Jurnaljatim.com di ruang kerjanya, Mapolres Jombang.

Mukid menyampaikan, kedua tersangka yang masih satu jaringan tersebut, dijerat dengan Undang undang Republik Indonesia Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kasus ini masih kami kembangkan, guna menangkap jaringan di atasnya,” pungka pria yang hobi menciptakan lagu tersebut.


Editor: Hafid