oleh

Bebas Program Asimilasi COVID-19, Pria Ini Edarkan Sabu di Jombang

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Bukannya bertaubat setelah menghirup udara bebas, MA alias Cak Mat (30) malah kambuh menjadi bandar sabu di tengah pandemi COVID-19. Warga Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh itu kembali diamankan polisi dan dijebloskan ke sel tahanan.

Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid menjelaskan, tersangka seorang residivis kasus Narkoba dan menjalani hukuman di Lapas kelas II B Jombang. Tersangka bebas pada awal bulan April lalu melalui program asimilasi COVID-19 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

“Betul, tersangka mantan napi yang bebas melalui program asimilasi. Penangkapan tersangka merupakan pengembangan jaringan terkait pelaku lain,” ujar Mukid dikonfirmasi Jurnaljatim.com, Minggu pagi (16/5/2020).

Tersangka pengedar Sabu Cak Mat/Istimewa

Sabu Ranjau dari Sidoarjo

Menurut Mukid, setelah keluar dari Lapas Jombang, pria yang sehari-hari jualan sayur tersebut memasok sabu ke sejumlah pelanggannya yang sudah tertangkap. Ia nekat jadi pengedar narkoba karena faktor ekonomi dan tergiur penghasilan yang besar.

“Pengakuannya mengambil barang dari Sidoarjo dengan sistem ranjau. Setelah itu sabu diedarkan ke pelanggannya. Dia kita amankan di rumahnya usai mengambil sabu-sabu,” jelas Mukid.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa 1 buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 5,78 gram; uang tunai sebesar Rp300.000 serta 1 buah HP merk Oppo warna putih.

Tersangka pengedar Sabu MAF/Istimeww

Amankan Penjual Es

Mukid menambahkan, pihaknya juga mengamankan pemuda inisial MAF (29) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Jombang, yang baru saja mengambil sabu dari Cak Mat untuk diedarkan. “Tersangka juga seorang pengguna sabu,” imbuh Mukid.

Dari penjual es tersebut, polisi menyita barang bukti 1 buah botol plastik kecil warna hitam yang didalamnya ada 1 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,40 gram; 3 buah potongan sedotan plastik; 1 buah korek api warna biru sebagai kompor; serta 1 buah ponsel merk Samsung warna putih.

Atas tindakannya, kedua tersangka dipastikan berlebaran idulfitri 1441 H didalam penjara. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Republik Indonesia nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun.


Editor: Hafid