oleh

Kabupaten Sumenep Salurkan BLT-DD ke Warga Nyabakan Barat

SUMENEP (Jurnajatim.com) – Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kabupaten Sumenep mulai disalurkan ke warga. Pertama kali disalurkan di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-batang, Senin (11/5/2020). Penyaluran bantuan dihadiri Bupati Sumenep Busyro Karim beserta jajaran muspika setempat dan 16 Desa di kecamatan Batang-batang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh Ramli mengatakan selain penyerahan secara simbolis BLT-DD, juga ada penyerahan Bantuan langsung tunai yang berasal Kementerian Sosial (Kemensos) dengan nominal sama Rp600 ribu sejak April hingga Mei.

“Hari ini adalah penyerahan BLT-DD dan Bansos tunai dari Kemensos yang nominalnya sama perbulan. Ada juga bantuan sembako dari Korpri Kabupaten Sumenep,” ujar Ramli di sela penyaluran BLT-DD di aula Desa Nyabakan barat.

Penerima BLT-DD di desa tersebut berjumlah 60 kepala keluarga (KK). Ramli mengatakan jumlah itu sudah ditetapkan melalui mekanisme proses pendataan oleh tim Relawan COVID-19 ditingkatan desa juga sudah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Khusus BLT-DD sasaran sebanyak 60 KK, ini sudah ditetapkan melalui pendataan relawan COVID-19, dan ditetapkan melalui peraturan kepala desa dan sudah disahkan oleh Bupati Sumenep melalui Camat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk Dana Desa di Desa Nyabakan Barat nilainya Rp1.463.033.000 dan 10 persen dana itu dialokasikan untuk BLT-DD sekitar Rp108 juta selama tiga Bulan.

“Ini sudah sesuai dengan peraturan yang ada, meskipun ditentukan rumus maksimal 35 persen apabila dana desa Rp1,2 miliar ke atas, dan di Desa Nyabakan barat ini dana desanya sekitar Rp1,4 miliar. Akan tetapi apabila sudah disepakati 10 persen melalui musyawarah desa khusus itu, maka itu yang mejadi amanat bagi kepala desa untuk merealisasikan,” imbuhnya.

Ramli menambahkan, penyerahan BLT-DD tersebut merupakan pertama di Kabupaten Sumenep dan memang prioritas alokasi Dana Desa pada tahun 2020 diperuntukkan untuk bantuan sosial terdampak COVID-19.


Editor: Hafid