oleh

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Meninggal, Motor di Tuban Terbakar

TUBAN (Jurnaljatim.com) – Peristiwa Nahas dialami pejalan kaki bernama Juwito (67). Ia tewas setelah ditabrak sepeda motor di jalur Pantura KM 5 dari Kota, tepatnya berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (25/5/2020) pukul 05.40 Wib.

Laki-laki berusia lanjut itu mengalami luka berat yang harus dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan.

“Pejalan kaki ditabrak sepeda motor, dan korban meninggal dunia di rumah sakit,” kata Iptu Khoirul Ahmad Kanit Laka Satlantas Polres Tuban.

Kecelakaan lalu lintas itu bermula saat sepeda motor Yamaha Vixion bernopol K-5269-MM yang dikemudikan Imam Safi’i (26), pemuda asal Desa Menoro, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jateng.

“Kendaraan itu berjalan dari arah Barat ke Timur,” kata Khoirul.

Ketika sampai dilokasi kejadian, pengendara sepeda motor kurang memperhatikan kondisi jalan didepannya. Sehingga menghantam korban yang sedang menyeberang dari arah selatan ke utara.

“Pengendara motor kurang konsentrasi sehingga menabrak pejalan kaki,” ujarnya.

Usai menabrak, sepeda motor yang dikendarai Imam langsung roboh hingga terseret di badan aspal jalan. Pada saat bersamaan muncul percikan api dan tutup tangki bensin sepeda motor terbuka sampai mengakibatkan kebakaran pada kendaraan roda dua tersebut.

“Waktu sepeda motor terseret mengeluarkan percikan api. Secara bersamaan tutup tangki sepeda motor terbuka sehingga bahan bakar tumpah dan terjadi kebakaran,” jelasnya.

Kobaran api itu mengakibatkan kondisi sepada sepeda motor habis terbakar yang hanya menyisakan kerangka motornya saja. Dan pengemudi sepeda motor mengalami luka ringan.

“Kerugian materi dalam insident tersebut diperkirakan sekitar Rp10 juta,” imbuhnya.

Selanjutnya, anggota Satlantas Polres Tuban melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilokasi kejadian. Serta anggota juga memintai keterangan sejumlah saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Diduga pengemudi sepeda motor tidak penuh konsentrasi arah depan. Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.


Editor: Z. Arifin