oleh

Bupati Jombang Pastikan Logistik Tercukupi Selama Karantina Wilayah

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Stok logistik untuk menyuplai kebutuhan warga satu RT yang dikarantina wilayah di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dipastikan cukup memenuhi kebutuhan warga hingga 14 hari kedepan.

Kepastian tercukupinya logistik itu disampaikan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab saat melakukan pemantauan langsung ke gudang logistik dan dapur umum Desa Plosokerep yang berada di Kantor Desa setempat, Senin (1/6/2020).

“Logistik dicukupi semua dari kita, dari gugus tugas,” ujar Mundjidah Wahan di lokasi.

Pada kesempatan itu, Mundjidah Wahab juga menyerahkan bantuan daging dan buah-buahan kepada pihak Desa Plosokerep. Setelah itu, dia melakukan pemantauan ke gudang logistik serta dapur umum untuk melihat secara langsung proses penyiapan makanan dan minuman yang dilakukan oleh para relawan bagi warga yang sedang menjalani karantina wilayah.

Kepala Desa Plosokerep, Bambang Hermanto sebelumnya pernah menjelaskan, satu RT di desanya dilakukan karantina wilayah, karena terdapat beberapa warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Selama masa karantina wilayah yang rencananya dilaksanakan hingga 14 hari, di desa tersebut telah didirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan makan dan minum warga yang ada di dalam area karantina wilayah.

“Untuk makan, minum, itu diantar ke warga. Rencananya dari Pemkab 14 hari,” kata Bambang.

Sebelumnya, beberapa hari lalu Mundjidah secara pribadi juga sudah menyerahkan bantuan Sembako untuk kebutuhan warga yang menjalani karantina wilayah. Selain berasal dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang, bantuan Sembako juga mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Jombang, salah satunya seperti dari Fatayat NU.

Untuk diketahui, berdasarkan update data COVID-19 di Kabupaten Jombang pada Minggu malam (1/6/2020), jumlahnya mencapai 51 kasus. Dengan rincian 6 pasien sembuh, 2 orang meninggal dan 43 pasien dirawat di sejumlah rumah sakit. Untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) 649 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 31 orang.


Editor: Hafid