oleh

Kreatif, Guru Honorer MAN 4 Jombang Bikin Face Shield, Omzet Rp45 Juta

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Di tengah pandemi COVID-19, harus kreatif dan pandai membaca peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Budi Setiadi (36) warga Jombang kota memanfaatkan peluang dengan memproduksi face shield atau pelindung wajah.

Alhasil, usaha baru guru honorer di MAN 4, Denanyar, Jombang itu dapat menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Bleum sampai satu bulan usaha berjalan, omzetnya sudah puluhan juta rupiah.

Proses pembuatan face shield/Zainul Arifin
Awalnya istri usaha souvenir pernikahan

Produksi pelindung wajah dikerjakan Edi bersama istrinya Elok Lailatul Maghfiroh (28) yang sebelumnya usaha handmade atau souvenir kerajinan tangan untuk pernikahan di rumahnya di Perum Ariya Anugerah, Desa Denanyar. Mereka juga dibantu 10 orang pekerja.

“Awalnya itu saya handmade saja. Kebetulan pernikahan ini juga sepi. Lalu saya tawarkan di history WhatsApp itu kok ternyata banyak teman-teman guru. Kebetulan suami juga guru, terus teman-teman itu respons, wah ini peluang bagus gitu, akhirnya saya produksi face shield ini,” tutur Elok ditemui di sela produksi face shield di rumahnya, Rabu (17/6/2020).

Elok menceritakan, di awalnya cuma iseng. Namun, ternyata permintaan sampai 3000 pics. Lantas, ia membentuk tim dan memperkerjakan orang sekitar untuk membantu bikin pelindung wajah.

“Sekarang banyak yang memesanan. Ada 10 pekerja yang membantu saya. Per hari itu saya target untuk sepuluh pekerja masing-masing menyelesaikan 200 pics. Jadi, bisa sampai 2000 pics per hari,” jelasnya.

Elok Lailatul Maghfiroh membuat face shield/Zainul Arifin

Harga reseler Rp15 ribu- Rp20 ribu

Produksi pelindung wajah ada dua yakni untuk orang dewasa dan anak-anak. Bahan dasar pembuatannya dari mika, busa elastis dan kancing keling serta stiker dengan 15 desain. Elok merinci, ketebalan mika 0,4 mili meter, lebar diameter ukuran orang dewasa 33 x 22 cm dan anak-anak 23 x 20 cm.

Hingga saat ini, Elok mengaku kebanjiran order pesanan. Harganya pun bervariasi, bergantung dengan jenis, ukuran dan model. Karena, ditempat itu ada model biasa dan buka tutup. Untuk face Shield anak maupun dewasa, harga reseler kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000 per pics (satu alat pelindung wajah).

“Selisih harga antara anak dan dewasa tidak jauh kok, sekitar Rp1000 per pics. Kalau harga ecer di luar ukuran anak Rp20.000 dan dewasa Rp25.000,” jelasnya.

Para pekerja tengah membuat face shield/Zainul Arifin

Kesulitan cari bahan mika

Pemesan pelindung wajah tersebut, tidak hanya di Jatim, tapi juga dari luar pulau jawa. Beberapa hari lalu, kata Elok, dia telah mengirim 1000 pics ke Kalimantan. “Di sana bahan baku juga mahal, jadi ngambil di Jawa. Jadi, pemesannya dari berbagai daerah, termasuk di luar jawa,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi, kata Elok, adalah bahan mika. Ia biasanya mengambil bahan di Surabaya, tetapi sepekan terakhir agak sulit. “Sekarang terkendala masalah bahan mas, jadi untuk masalah bahan baku, terutama mika sangat-sangat sulit ini. Sudah dua minggu ini saya memang kesulitan di bahan bakunya yang mika itu,” paparnya.

“Jadi, (produksi) bisa sampai 2000 lebih kalau bahannya lagi ful, insyaallah itu bisa. biasanya, saya ketika bahan datang langsung diambil reseler-reseler. Itu packing sore malam udah tidak ada diambil reseler (pemesan),” sambungnya.

Elok Lailatul Maghfiroh/Zainul Arifin

Omset capai Rp45 juta

Ia menambahkan, usaha baru yang ia jalankan itu belum genap satu bulan, tepatnya setelah hari raya idulfitri 1441 H beberapa pekan lalu. Hingga saat ini, omset-nya sudah mencapai Rp45 juta.

“Habis lebaran kemarin, selama dua Minggu. Alhamdulilah bisa ganti omset preeweding saya, kisaran sudah Rp45 juta. Itu padahal masih banyak waiting list yang belum terselesaikan. Kita sistem kerja borongan biar efesien di rumah kita packing sama penyediaan barang,” pungkas wanita berkerudung tersebut.


Editor: Hafid