oleh

Mobil Terbakar di Depan SPBU Nganjuk Saat Musik Dihidupkan

NGANJUK (Jurnaljatim.com) – Moch Sabar (42), tak bisa lagi mengemudikan mobilnya. Pasalnya, kendaraan roda empat merek mitsubishi jenis T 120 SS miliknya tinggal kerangka besi akibat dilahap si jago merah di depan SPBU Sengkut jalan raya Berbek-Loceret, masuk Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat sore (12/6/2020).

“Mobil terbakar Jumat sore jam 15.00 Wib di depan SPBU Sengkut,” kata Sabar warga Dusun Gayu, Desa Mlilir, Kecamatan Berbek.

Berdasarkan keterangan petugas kepolisian yang melakukan olah TKP, peristiwa bermula pemilik (korban) membeli BBM jenis Premium di SPBU Sengkut. Saat itu, korban mengisikan/ membeli BBM jenis premium sebesar 100.000. Setelah selesai diisi, korban memarkir mobilnya di depan SPBU sengkut menghadap ke barat mesin dimatikan namun kunci kontak masih menancap di mobil.

“Kemudian ditinggal membeli minuman di warung depan SPBU sebelah selatan jalan,” kata Kasubbaghumas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara, Jumat malam.

Sekitar 30 menit selesai dari warung, korban langsung menuju mobil dan menghidupkan mobil bermaksud mau pulang. Setelah mobil menyala, korban mencoba menghidupkan musik mobil dengan menggunakan HP (ponsel). Pada saat sedang mencari lagu, tiba – tiba ada kepulan asap dari bawah kemudi mobil.

“Spontan korban keluar dari mobil dan tidak lama muncul api yang langsung membesar dan membakar seluruh bodi mobil,” jelasnya.

Korban bersama warga sekitar berusaha memadamkan api secara manual, namun api terus membesar dan membakar seluruh bodi mobil nopol AG 1472 VD tersebut. Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Nganjuk datang menadamkan api. Peristiwa itu juga dilaporkan pengelola SPBU Sugeng Sukamto (61) ke polisi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian itu korban mengalami kerugian lebih kurang Rp20 juta. Dugaan sementara, kebakaran itu disebakan karena korsleting listrik di bagian mesin.

“Menurut koban, bahwa mobil sebelumnya memang pernah terjadi korsleting pada kabel-kabel kelistrikan namun belum sempat dibenahi,” pungkasnya.


Editor: Hafid