oleh

Polsek Loceret Nganjuk Bongkar Produsen Pakan Ternak Palsu

NGANJUK (Jurnaljatim.com) – Unit Reskrim Polsek Loceret Polres Nganjuk membongkar peredaran pakan ternak palsu merek Pokphan S-11. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan terduga pelaku bernama Sujarot, warga Dusun Jegles, desa Plosoharjo, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Rabu (10/6/2020). Saat ini, produsen itu masih diperiksa di kantor polisi.

Informasi yang diperoleh dari kepolisian, terbongkarnya kasus itu bermula dari anggota merespons penawaran produk pakan ternak dari perusahaan yang punya nama Pokphan jenis S-11 yang diunggah di medsos pada hari Rabu (2/6/2020) lalu dengan harga jauh di bawah harga pasaran pakan ternak yang dijual di toko atau agen penjualan pakan ternak dan pupuk.

Kemudian, karyawan dari perusahaan berniat membeli sebanyak 20 sak dengan berat 50 kilogram seharga Rp2.650.000. Lalu diberikan uang muka sebesar Rp500.000 dan sisanya dibayar kalau barang sudah sampai di alamat tujuan di ruko dusun Sambijajar, Desa Kwagean, Kecamatan Loceret.

Disaat perjalanan pengiriman barang yang dimuat kendaraan Daihatsu Granmax nopol AG 9314 VG, petugas bergerak menghentikan kendaraan tersebut. Sopir bernama Sujarot yang juga produsen pakan ternak diamankan ke Polsek beserta barang buktinya.

Kasubbaghumas Polres Nganjuk Iptu Rony membenarkan adanya pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Polsek Loceret. Dari hasil intrograsi, diakui bahwa produksi pakan ternak merk Phokphan jenis S-11 itu sangat laris dipasaran.

“Produksinya dilakukan dibelakang rumahnya dengan dibantu temanya bernama Sodik,” kata Rony.

Rony menjelaskan, selain menyita kendaraan dan pakan ternak, Unit Reskrim mengembangkan kasusnya dengan menggeledah dan menyita alat serta bahan pembuat pakan ternak palsu. Di antaranya diesel merk dongfeng 10,5 PK cetakan pelet/pakan ternak; timbangan elektrik; mesin jahit elektrik.

Kemudian 230 lembar sak merk Phokphan S-11; 4 timbangan; 1 sak berisi tepung ikan 25 kilogram; 1 sak berisi sekam giling 25 kilogram, 4 sak berisi roti BS 70 kilogram, 1 sak berisi bekatul 2 kilogram; 1 botol air mineral berisi tetes 1,5 liter serta 19 lembar label komposisi.

“Terduga pelaku juga mengakui bahwa pemalsuan ini dilakukan karena tergiur keuntungan yang besar,” paparnya.

Kapolsek Loceret AKP Pramono menambahkan, dari penyitaan produksi pakan ternak palsu tersebut, nilai kerugian sesuai pesanan dengan harga normal mencapai Rp5.300.000. “Pelaku dikenakan UU RI No. 20 tahun 2016 pasal 100 ayat (1) tentang pemalsuan merk dan indikasi geografis,”tegasnya.


Editor: Z. Arifin