oleh

Suami Hingga Cucu 4 Tahun di Nganjuk Tertular Istri Meninggal Positif COVID-19

NGANJUK (Jurnaljatim.com) – Seorang laki-laki berusia 62 tahun beserta anggota keluarganya termasuk cucunya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) tertular virus corona dari istrinya yang meninggal positif COVID-19 pada 11 Juni lalu.

“Dari hasil laboratorium swab, pada Minggu malam (2/6/2020), terdapat penambahan enam orang pasien, di antaranya satu anggota keluarga,”kata dr. Hendriyanto, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Nganjuk, dikonfirmasi, Senin (22/6/2020).

Ia mengungkapkan, satu anggota keluarga yang tertular, yakni suaminya usia 62 tahun, anaknya wanita usia 34 tahun, menantu laki-laki usi 40 tahun dan cucunya yang masih berumur 4 tahun. Mereka selama ini kontak erat dengan pasien terkonfirmasi nomer 46 yang telah meninggal dunia.

“Mereka adalah suami, anak, menantu dan cucu dari pasien tersebut. Asal dari Kecamatan Ngronggot dan keempatnya sudah dievakuasi di RS Bhayangkara Nganjuk,” ungkap Sekretaris Dinkes Nganjuk tersebut.

Sementara, untuk dua tambahan pasien terkonfirmasi COVID-19 adalah wanita usia 23 tahun dari kecamatan Baron. Yang bersangkutan riwayat bepergian dari Gresik dan Sudah rawat inap di RSUD Kertosono.

“Pasien berikutnya laki laki, usia 39 tahun dari Kecamatan Tanjunganom.
Riwayat bekerja di surabaya dan sekarang rawat inap di RSUD Nganjuk,” ppaarnya.

Dari tambahan enam kasus tersebut, hingga per Minggu (21/6/2020) malam, kumulatif terkonfirmasi positif ada 59 kasus. Dari jumlah itu, 28 orang dinyatakan sembuh dan 3 orang telah meninggal dunia.

“Untuk ODR (Orang Dalam resiko) 44.125 orang, ODP (Orang Dalam Pemantauan 99 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan 138 Orang dan OTG (Orang Tanpa Gelaja) 1933 orang,” tambahnya.

Banyaknya kasus COVID-19 yang mengenai satu keluarga di kabupaten Nganjuk yang penularannya adalah adanya anggota keluarga yang bepergian atau mudik ke Nganjuk, maka Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, berpesan agar masyarakat Nganjuk tidak bepergian dan sebaliknya yang berada di luar Nganjuk tidak perlu mudik bila tidak benar benar diperlukan.

“Sayangi keluarga anda, ingat di rumah anda ada orang tua dan anak anak yg rentan terhadap COVID-19. Anda dapat menggunakan media sosial sebagai sarana melepas rindu,” tutupnya.


Editor: Hafid