oleh

Mahasiswa KKN UGM Dukung Penguatan Eco-Tourism di Ngawi

NGAWI (Jurnaljatim.com) – Sebanyak 25 orang mahasiswa UGM (Universitas Gajah Mada) mengikuti kegiatan KKN-PPM di Desa Jaten dan Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Pada periode pelaksanaan KKN-PPM kali ini, para mahasiswa mengusung tema pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat pada masa pandemi COVID-19 guna mendukung eco-tourism serta pemanfaatan sumber daya alam.

“Konektivitas antar destinasi wisata, perbaikan infrastruktur dan promosi Kenebejo terus perlu digalakkan,” ungkap Totok Sugiarto, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Ngawi, Jumat (3/7/2020).

Kecamatan Jogorogo merupakan bagian dari wilayah Kenebejo yang berada di lereng utara Gunung Lawu, yang meliputi empat kecamatan, yakni Kendal, Sine, Ngrambe, dan Jogorogo. Selain sebagai destinasi wisata andalan Ngawi, Kenebejo berfungsi sebagai wilayah perlindungan serta pelestarian keanekaragaman hayati dan sumber mata air.

Dilansir dari laman situs ugm.ac.id, pada Sabtu (4/7/2020), pada KKN-PPM periode sebelumnya yang berlangsung di Kecamatan Sine, salah satu kecamatan yang juga berada di wilayah Kenebejo, mahasiswa UGM berhasil memelopori Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri) dan obyek wisata baru Sumber Koso yang memperoleh banyak apresiasi, dari masyarakat, pelaku industri, serta pemerintah daerah setempat.

Tim KKN-PPM Kecamatan Jogorogo yang dipimpin oleh Koordinator Unit Zulfa Parulian ini merencanakan berbagai program seperti penyusunan master plan Desa Jaten dan Desa Brubuh, juga pemberdayaan perangkat desa dan pemuda guna optimalisasi website desa dan media sosial untuk mendukung promosi wisata alam dan inisiasi homestay di lereng utara Gunung Lawu.

Di samping itu, para mahasiswa juga menyelenggarakan program untuk mencerdaskan masyarakat mengenai kenormalan baru dan protokol kesehatan yang benar, mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan teknologi ember tumpuk, serta memproduktifkan pekarangan selama pandemi COVID-19 dengan tanaman pangan, herbal dan hias.

Dosen Fakultas Kehutanan yang bertindak sebagai dosen pembimbing lapangan, Atus Syahbudin S.Hut., M.Agr., Ph.D., mengungkapkan dengan program-program KKN UGM tahun ini masyarakat diharapkan semakin berdaya dan memunculkan pemuda-pemuda desa yang bersemangat di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap melestarikan alam Gunung Lawu. Hal ini penting demi keberlanjutan program-program KKN yang telah diinisiasi oleh UGM.

“Dengan demikian, keberadaan wilayah Kendal-Sine-Ngrambe-Jogorogo yang memeluk lereng utara Gunung Lawu akan semakin lestari keanekaragaman hayatinya dan semakin sejahtera masyarakatnya berkat kerja sama antara UGM, Pemkab Ngawi dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Tahun ini KKN-PPM UGM dilaksanakan secara daring di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung dan diarahkan untuk bisa mengembangkan berbagai tema program KKN, seperti mencerdaskan masyarakat menghadapi kenormalan baru, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan ekonomi pedesaan, serta pengembangan desa wisata.

Kegiatan KKN-PPM periode ini mulai berlangsung pada 29 Juni yang dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, hingga tanggal 18 Agustus mendatang. Sebanyak 4.504 mahasiswa, 178 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 15 Koordinator Wilayah (Korwil) menunaikan salah satu tugas tridarma di 27 provinsi, 77 kabupaten dan 263 desa.


Penulis: Gloria

Editor: Z. Arifin