oleh

Mengintip Ketatnya Protokol Kesehatan di Pesantren Milik Bupati Jombang

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Aktivitas santri di pondok pesantren Al-Lathifiyyah 2, Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang perlahan mulai kembali normal seperti biasanya. Setelah sebelumnya terhenti tiga bulan dan santari dipulangkan akibat pandemik COVID-19. Namun, banyak hal yang mengalami perubahan seiring berjalanannya menuju tatanan kehidupan baru atau new normal.

Dari jumlah 380 santri putra dan putri, saat ini sudah ada sekitar 70 santri yang kembali. Terdiri dari 50 orang santri perempuan dan 20 orang santri laki-laki. Santri yang kembali ke pesantren wajib membawa dan menunjukkan surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif atau negatif corona.

Sehari-har, di pondok pesantren (Ponpes) milik Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jumlah penghuni santri di kamar tidur juga dikurangi. Agar tidak ada kerumunan dan bisa menerapkan physical distancing.

“Biasanya ada 12 sampai 15 anak santri, sekarang di kamar untuk tidur maksimal hanya 6 orang,”tutur Hj Lailatun Nikmah, salah satu pengasuh pesantren Al-Lathifiyah II saat ditemui di pondok setempat, Senin (6/7/2020).

Eli menjelaskan, di masa pandemi COVID-19, setiap pagi hari, seluruh santri diharuskan untuk berolahraga. Berbeda sebelum pandemi, olahraga hanya dilakukan setiap hari Jumat. Tujuannya agar tubuh menjadi sehat dan imunnya kuat.

“Sekarang setiap pagi hari harus ada olahraga senama bersama selama 30 menit, agar kesehatan terjaga dan imunitas tumbuh dengan baik,” jelas istri dari Farid Alfarisi, Wakil Ketua DPRD Jombang tersebut.

Setelah berolahraga, kata dia, mereka kemudian melakukan aktivitas pondok sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Yakni mengikuti pembelajaran daring (online) yang terhubung dengan madrasah (sekolah) masing-masing di tempat yang telah disediakan di dalam pondok.

“Pembelajaran daring mulai jam 8:00 Wib sampai jam 11:00 Wib. Tidak boleh di dalam, sudah ada 7 ruangan yang disiapkan. Di antaranya ruang belajar, ruang diniah, ruang ngaji, aula, dan lainnya. Tepat di jam 12:00 Wib, santri pas bersihkan halaman dan berjemur selama 15 menit, untuk menghilangkan penyakit kanker dan lainnya,” ujarnya sembari mengatakan pembelajaran di madrasah mulai tanggal 13 Juli.

Selama kegiatan didalam pondok, lanjut Eli, para santri harus selalu mengenakan masker, menjaga jarak saat mengaji dan salat berjamah, dan sering cuci tangan dengan handsanitizer yang telah disediakan. Selain itu, pengurus pondok setiap hari juga mengecek suhu tubuh santri dengan alat thermometer (Thermo Gun).

“Dengan begitu, santri lebih aman dan dapat terhindar dari wabah virus corona,” ucapnya.

Mengintip Ketatnya Protokol Kesehatan di Pesantren Milik Bupati Jombang
Kegiatan santri mengaji di Ponpes Lathifiyyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang/Zainul Arifin

Siapkan ruang isolasi hingga pojok logistik

Pondok itu juga menyiapkan sejumlah fasilitas, di antaranya ruang isolasi, lumbung pangan, dan ruang (pojok) logistik. Kegunaan dari ruang isolasi itu, ketika ada santri yang teridentifikasi sakit, langsung dipisah dari temannya dan ditempatkan di ruang isolasi.

“Kemudian, langsung dilakukan pemeriksaan dan dilanjutkan lapor ke Satgas COVID Pondok Bahrul Ulum lalu dilakukan penanganan khusus oleh klinik pondok. Bila berlanjut dan terindikasi COVID-19 maka berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten,” jelas putri orang nomor satu di Kabupaten Jombang tersebut.

Untuk lumbung pangan, kata Eli, merupakan tempat ketersediaan bahan makanan pokok santri. Sedangkan pojok logistik merupakam istilah dari kantin pondok, yang menyediakan kebutuhan santri selama di dalam pondok.

“Santri dilarang keluar. Kalau mau beli makanan atau jajan di luar, kami menyiapkan kurir untuk membelanjakan kebutuhan santri di sekitar pondok, semisal beli bakso atau kue. Tujuannya, menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar pondok. Jadi masyarakat bisa membuka usaha lagi, meskipun santri tidak bisa keluar, tapi sudah ada kurir yang kami siapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama pandemik COVID-19, para santri diperbolehkan untuk membawa peralatan elektronik digital, antara lain handphone, dan laptop. Namun, waktu dan peruntukannya dibatasi.

“Diperbolehkan membawa laptop atau HP dengan catatan bisa menggunakan untuk madrasahnya mulai jam 8:00-11:00 Wib, selain jam itu dititipkan di loker (ruang penyimpanan) pondok,” tutupnya.


Editor: Hafid