oleh

Patroli Kawasan Terminal Makam Gus Dur, Aparat Ingatkan Pakai Masker

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Bentuk kepedulian dalam upaya mencegah penularan virus corona (COVID-19), Polres Jombang bersama Kodim 0814, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Pemkab Jombang melakukan patroli rutin serta mengingatkan masyarakat untuk tetap mengenakan masker jika beraktivitas di luar rumah, Senin malam (6/7/2020).

Patroli gabungan untuk kemanusiaan itu menyasar sejumlah tempat keramaian, di antaranya warung maupun cafe yang dijadikan tempat nongkorong para muda-mudi. Seperti di kawasan terminal peziarah makam Gus Dur, Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

“Kami kembali mengingatkan kepada kalian semua agar mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker dan jaga jarak agar terhindar dari wabah virus corona. Ngopi silahkan, tapi harus pakai masker,” kata seorang petugas kepolisian saat menyampaikan imbauan pemakaian masker melalui pengeras suara.

Patroli Kawasan Terminal Makam Gus Dur, Aparat Ingatkan Pakai Masker
Kasatresnarkoba AKP Moch Mukid saat memberi masker ke seorang pembeli di warung/Zainul Arifin

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid yang memimpin patroli skala besar itu, memberikan masker ke beberapa orang pembeli yang kedapatan tidak pakai masker. Mukid meminta agar masyarakat mengerti pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi virus korona.

“Masker ini pelindung masuknya virus ke tubuh kita. Selain melindungi diri sendiri, juga untuk orang lain. Jadi saya imbau agar tetap dipakai saat di luar rumah,” ujar Mukid di sela memberikan masker ke salah satu pengunjung warung.

Perlu diketahui, sesuai dengan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jombang, pada Senin (6/7/2020) malam, jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Jombang sebanyak 303 orang. Dengan rincian 74 orang sembuh, 206 dirawat di sejumlah rumah sakit dan 23 orang meninggal dunia.

Untuk menekan penyebaran COVID-19, Pemkab Jombang juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Jombang nomor 34 tahun 2020. Namun, upaya memutus penyebaran COVID-19 di kota santri tidak akan berhasil jika masyarakat tidak menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Protokol kesehatan itu, yakni selalu memakai masker di luar rumah, rajin cuci tangan di air mengalir, menjaga jarak untuk menghindari kontak fisik atau physical distancing, tidak berkerumun, serta melakukan pola hidup bersih.

“Kami bersama instansi terkait terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menetapkan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mengurangi penyebaran virus corona,” imbuhnya.

Perwira pertama kelahiran Tarokan Kabupaten Kediri itu menambahkan, selain memberikan imbauan pentingnya penerapan protokol kesehatan, patroli itu sekaligus mencegah terjadinya segala bentuka gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di malam hari. Di antaranya, Curas, Curat, Curanmor dan peredaran Narkoba.

“Artinya, jika ada patroli, orang yang hendak berbuat jahat, akan mengurungkan niatnya. Alhamdulilah saat ini situasi masih aman, kondusif, dan tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas,” tutup mantan Kasatresnarkoba Polres Ngawi tersebut.


Editor: Hafid