oleh

Polsek Peterongan Jombang Bantu Sembako ke Anak Yang Ibunya Diisolasi

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Kepolisian sektor (Polsek) Peterongan Polres Jombang memberikan bantuan sembako kepada anak kandung Zulfadli Mursidah (37) yang dinyatakan reaktif rapid test dan tengah menjalani isolasi di Stikes Pemkab Jombang, Jumat malam (17/7/2020).

“Bantuan berupa kebutuhan pokok telah kita berikan kepada keluarga anak kandung dari ibu Zulfadli Mursidah di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan,” ujar Iptu Sujadi, Kapolsek Peterongan Jombang usai menyerahkan bantuan.

Sujadi mengatakan, pemberian bantuan sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga guna meringankan beban keluarga. “Semoga sembako yang kita berikan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari mereka, ” tutur Sujadi.

Bersama dalam kegiatan bakti sosial itu, pihaknya juga memberikan sejumlah imbauan terkait penyebaran virus corona (COVID-19) di Kabupaten Jombang. Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, sering mencuci tangan sebagai bentuk kebersihan, serta menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Termasuk meminta untuk mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah agar terhindar dari wabah COVID-19. Imbauan yang kami lakukan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang tengah mewabah,” ujarnya.

Disamping imbauan itu, korps seragam coklat itu juga meminta agar warga ikut menjaga situasi kamtibmas di desanya masing-masing agar kondusif.

Untuk diketahui, Zulfadli Mursidah dinyatakan reaktif rapid test dan diisolasi sejak Senin (15/6/2020). Semula Zulfadli diisolasi di Tenis Indoor, Jalan Kusuma Bangsa, Jombang selama 13 hari. Lalu, dia dipindah diisolasi di STIKES Pemkab Jombang jalan Dr Soetomo.

Sampai hari ini, Zulfadli masih diisolasi di tempat yang sama karena belum pulih. Kelima anak yang ditinggal menjalani isolasi yakni Ilh (17), AS (12), ZA (10), MA (7) dan balita 2 tahun dititipkan adiknya Listy Nur Khafifah. Sementara, suami Zulfadli, Abdul Kadir sudah meninggal dunia sekitar 8 bulan yang lalu.


Editor: Hafid