oleh

Duh, 1669 Hektar Sawah di Jombang Terserang Penyakit

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Ribuan hektar (ha) lahan sawah di Kabupaten Jombang, Jawa timur diserang penyakit pengganggu tanaman. Total jumlahnya ada 1669 hektar sawah. Rinciannya, lahan pertanian yang terserang virus 1069 ha dan terserang wereng 600 ha.

Kepala dinas pertanian Kabupaten Jombang Pri adi dalam laporannya kepada Bupati Mundjidah Wahab, pada musim kemarau yang pertama di tahun 2020, lahan yang terserang virus sejumlah 1069 ha dan terserang wereng 600 ha.

“Prioritas program di tahun 2021 nanti adalah meningkatkan kesuburan tanah dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman,” ujarnya saat penyerahan bantuan alsintan di GOR Hasbullah Said Tambakberas, Sabtu (29/8/20).

Dinas pertanian sudah melakukan Gerdal atau gerakan pengendalian hama secara massal. Selain itu juga mengajak kepada para petani untuk bercocok tanam serta berbudidaya teknologi tanaman padi dengan aturan-aturan yang telah direkomendasikan oleh Dinas Pertanian.

“Karena prinsipnya rekomendasi ini adalah hasil dari penelitian sehingga dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, bupati Mundjidah menyampaikan, Kabupaten Jombang selama ini merupakan lumbung pangan di Jawa Timur dan Nasional. Prestasi itu harus di pertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan.

“Saya yakin dengan bantuan alat sistem pertanian ini produktifitas para petani di Jombang akan meningkat. Alat alat ini akan membantu para petani dalam bercocok tanam baik sebelum tanam sampai dengan panen,”tuturnya.

Selain meningkatkan produksi padi dan jagung, kata dia, Pemkab setempat juga akan mengembangkan kawasan kecamatan Wonosalam, Bareng, Ngoro dan Mojowarno menjadi kawasan yang bisa menghasilkan buah buahan.

“Kita akan bagikan bibit pisang kepada para petani yang ada di wilayah Jombang selatan diantaranya Wonosalam, Bareng, Mojowarno dan Ngoro,” ujarnya.


Editor: Hafid