oleh

Pemeriksaan Antibodi Metode ECLIA di RSUD Jombang Akurat Deteksi SARS-COV-2

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Jombang melayani pemeriksaan tes antibodi dengan metode Electro Chemiluminescence Immunoassay atau ECLIA. Tujuannya untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-COV-2.

dr Eky Indyanty W.L, MMRS, SpPK, mengungkapkan hasil tes ECLIA lebih akurat bila dibandingkan rapid test untuk mendeteksi seseorang terpapar COVID-19 atau tidak. Sebab tes ECLIA menggunakan alat otomatis atau autoanalyzer yang terkalibrasi dan terkontrol.

Kalau rapid test, kata dia, hasilnya dibaca oleh mata pemeriksa sehingga lebih subtektif. Tetapi kalau ECLIA, tes dengan alat yang terkalibrasi dan terkontrol. Begitu dicek diambil darahnya lalu dimasukkan ke mesin maka mesin yang akan membacanya.

“Makanya, akurasinya itu tinggi,” ungkap dr Eky Indyanti di Jombang, Jawa timur, Sabtu (29/8/2020).

Menurut dia, pemeriksaan semi kuantatif itu berguna untuk mengidentifikasi individu dengan respon imun terhadap SARS -COV-2 yang timbul akibat infeksi virus.

“Penting untuk dipahami, pemeriksaan serologi tidak mendeteksi virus itu sendiri tetapi mendeteksi antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh,” jelasnya.

Masih kata Eky, hasilnya ditentukan secara otomatis oleh perangkat lunak dengan membandingkan sinyal electro chemiluminescence yang diperoleh dari produk reaksi antigen-antibodi pada sampel dengan sinyal nilai batas (Cut-off) yang diperoleh dengan kalibrasi.

Pemeriksaan Antibodi Metode ECLIA di RSUD Jombang Akurat Deteksi SARS-COV-2
Dr. Eky menjabarkan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk indeks Cut-Off/ Istimewa

Pemeriksaan ECLIA Tidak Untuk Mendiagnosis SARS-COV-2

Hasil harus selalu diinterprestasikan dengan melihat riwayat pasien pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya. Hasil tes negatif tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi dengan SARS-COV-2 sampel serum atau plasma pada fase awal (pra-serokonversi) dapat negatif.

“Oleh karena itu, pemeriksaan Eclia anti SARS-COV-2 tidak dapat digunakan untuk mendianogsis infeksi SARS-COV-2 akut. Pemeriksaan dengan diagnostik molekuler (misalnya PT PCR) harus dilakukan untuk mengevaluasi infeksi aktif pada individu yang bergejala,” imbuhnya.

Biaya pemeriksaan dengan sistem ECLIA di RSUD Jombang lebih murah dibanding PCR tes sendiri. Untuk umum harganya Rp150 ribu sudah mendapatkan surat keterangan medis dari rumah sakit. Sedangkan untuk PCR test harganya Rp1,7 juta mendapatkan surat lengkap dengan keterangannya.

Eky berharap pada masyarakat Jombang jika pernah ada riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 dapat langsung datang ke bagian medikal cek-up (MCU) RSUD Jombang untuk melakukan pemeriksaan ECLIA SARS-COV-2.

“Dan tetap harus mematuhi protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan dengan sabun, memakai handsanitazer, memakai masker dan jaga jarak,” tandasnya.


Editor: Azriel