oleh

Perum Jasa Tirta I Sulap Bengkel Jadi Workshop Ramah Lingkungan

SURABAYA (Jurnaljatim.com) – Perum Jasa Tirta (PJT) I merevitalisasi bengkel alat berat untuk proses operasional perawatan sungai, bendung, dan bendungan. Bengkel lama di Kediri pun disulap menjadi workshop peralatan dengan konsep ramah lingkungan.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan bercerita, kunjungannya ke bengkel peralatan Kediri sebagai direksi pertama kali pada 5 Desember 2014, saat peringatan hari bhakti PU. Saat itu, untuk pertama kalinya juga ia melihat langsung kondisi bengkel.

“Saat itu saya lihat ada banyak peralatan yang sudah menua. Barang-barang tersebut tidak tertata dengan baik. Bahkan banyak yang ditumbuhi sulur atau tanaman,” ungkapnya, Selasa (18/8).

“Kantor telah diperbaiki, telah direvitalisasi. Dengan kondisi yang lebih higienis dan ramah lingkungan. Semua ini menjadi salah satu bukti kerja keras yang dilakukan kawan-kawan di bawah divisi pengadaan dan pengelolaan aset,” pujinya.

Workshop peralatan kediri kini menjadi aset yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Ia berharap workshop peralatan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk merawat peralatan berat perusahaan dalam rangka menunjang kegiatan operasional pengelolaan Sumber Daya Air yang dilakukan PJT I.

Revitalisasi anggaran Rp1,18 miliar

Manajer Utama Sumber Daya Korporat PJT I, Taufiqqurahman menambahkan, revitalisasi bengkel peralatan Kediri itu menjadi yang pertama dan terbesar yang dilakukan PJT I sejak berdirinya bengkel Kediri pada masa proyek Brantas. Hal itu, kata dia menjadi keseriusan perusahaan dalam merawat aset dan menyediakan alat berat yang prima.

“Revitalisasi bengkel ini sesuai tupoksi PJT I dalam mengelola Sumber Daya Air di lima wilayah sungai di Indonesia. Revitalisasi dilakukan baik secara fisik konstruksi dan sistem kerja,” jelasnya.

Adapun anggaran revitalisasi tercatat sekitar Rp 1,18 miliar dari anggaran perusahaan program investasi tahun 2019. Pengerjaan dilakukan selama 5,5 bulan pelaksanaan sejak November 2019 hingga pertengahan April 2020.

Taufiq menambahkan, wokshop tidak hanya membawahi perbaikan alat berat tapi juga mengelola 100 unit alat berat. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan layanan internal tidak hanya melakukan pemeliharaan dan perbaikan, namun juga pembuatan ponton dan kapal keruk melalui workshop peralatan.

Kesemuanya untuk mendukung upaya PJT I dalam memberikan pelayanan prima kepada stakeholder termasuk juga masyarakat. Workshop itu diresmikan pada Senin (17/8/2020) bertepatan dengan HUT ke-75 RI.


Editor: Z. Arifin