oleh

Sidik Jari Berbeda-beda Sulitkan Polisi Ungkap Identitas Mayat di Sungai

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Polisi kesulitan mengungkap identitas mayat yang ditemukan di aliran anak sungai brantas, dusun Pacar, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa timur pada Kamis pagi (6/8/2020). Beberapa kali diidentifikasi melalui sidik jari korban, hasilnya berbeda-beda.

“Belum diketahui, sekarang jenazah korban masih di RSUD Jombang untuk dilakukan visum. Telah dilakukan cek sidik jari berkali-kali namun dengan hasil yang berbeda-beda,” kata Kapolsek Megaluh AKP Darmaji, dihubungi Jurnaljatim.com melalui telepon, Kamis siang (6/8/2020).

Polisi mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor ke Mapolres Jombang. Mantan Kapolsek Bandarkedungmulyo itu mengatakan, beberapa orang yang diduga anggota kelurga korban tengah melakukan pengecekan. Namun, hingga saat ini masih belum ada kepastian identitas korban yang berjenis kelami perempuan tersebut.

“Ini beberapa anggota keluarga masih mau mengecek. Nanti kalau sudah ada kepastian dikabari ya,” ujarnya.

Korban ditemukan seorang warga bernama Doni (40) asal Dusun Paras, Desa Kedungturi, Kecamatan Megaluh jam 07.00 Wib. Doni saat itu sedang naik sepeda motor lewat pinggir anak sungai Brantas lalu melihat orang terbawa arus sungai dalam keadaan meninggal dunia.

Ciri-ciri korban berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia 35 tahun. Korban memakai kaos kampanye Jokowi-Ma’ruf dan mengenakan celana pendek (leging) warna hitam motif bunga.

“Kami juga belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya korban,” pungkas Darmaji.


Editor: Hafid