oleh

Bupati Jombang Tasyakuran 2 Tahun Kepemimpinan Istigasah Salawatan

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memperingati dua tahun kepemimpinan Mundjidah Wahab – Sumrambah dengan tasyakuran yang diisi dengan istigasah, salawatan dan pengajian di pendopo kabupaten setempat, Kamis (4/9/2020).

Kegiatan dihadiri sebanyak 200 ibu-ibu dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. Yakni pengecekan suhu tubuh dengan thermogun, memakai masker, cuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak satu sama lain guna mencegah penyebaran virus corona.

Mengawali sambutannya, Mundjidah menyampaikan sengaja mengundang para kaum perempuan itu untuk bersalawatan yang mengingatkan perjuangan dua tahun lalu di Pilkada Kabupaten Jombang.

“Semoga Jombang masyarakatnya makin terus harmoni, rukun dan program-program pembangunan terlaksana dengan baik,” katanya.

Putri penggerak Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah itu mengajak semua masyarakat mendukung untuk membangun Jombang yang berakarakter dan berdaya saing yang gerak dan program pembangunannya pada tiga prinsip, yakni Persatuan, Musyawarah serta kebersamaan dan harmonis.

Ibu ibu istigasah salawatan di Pendopo Jombang/ Zainul Arifin

Tasyakuran Intropeksi Diri

Usai acara, Mundjidah mengatakan tasyakuran itu bentuk intropeksi diri. Pembanguan di Kabupaten Jombang, kata Mundjidah, tidak bisa berhasil tanpa ada kebersamaan, tanpa ada saling mengisi dan saling memberi. Dan itu telah dilakukan dengan semua elemen masyarakat.

“Jadi mulai tadi malam ada Forpimda, ada DPRD, OPD, ulama, kiai dan hari ini ada ibu ibu yang semuanya diajak bersama-sama hingga kedepan untuk terus meningkatkan kebersaman dalam persatuan dan kesatuan,” tutur Mundjidah kepada wartawan.

Dan dengan begitu, lanjut Mundjidah Wahab, pembangunan di Jombang akan terus dibangun dengan cara bersama sama.

Bupati Mundjidah memberikan santunan pada anak yatim piatu/ Zainul Arifin
Refocusing anggaran corona

Mantan wakil bupati Jombang tersebut mengaku program pembangunan di tahun 2020 terpaksa harus ditunda bahkan dibatalkan karena refocusing anggaran untuk penanganan virus corona atau COVID-19.

“Program-program yang 2020 ini sudah mau kita mulai ternyata kena refocusing sehingga tertunda untuk tahun 2021 dan tahun berikutnya,” ujarnya.

Atas keterlambatan akibat badai corona melanda, Mundjidah mengharapkan masyarakat tetap bersemangat dan mengerti kondisi tersebut.

“Pembangunan fisik infrastruktur jalan yang luar biasa. Alhamdulilah kita menikmati Wonosalam yang sekian tahun itu tidak terjamah dan tidak ada kemajuan wisatanya, kita perbaiki (pelebaran) jalannya dan fasilitas umum,” ucapnya.

“Dan ini program 2021 banyak titik di Wonosalam yang harus kita lanjutkan terus untuk pengembangan jalan, begitu juga tempat lain (dilanjutkan),” lanjutnya mengakhiri.


Editor: Hafid