oleh

Diyakini Diculik Makhluk Halus, Pemuda Jombang Ditemukan di Penyeberangan Brantas

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Misteri hilangnya Fatchur Rozi (31) warga asal Dusun Surabayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa timur akhirnya terungkap.

Rozi yang sempat diyakini hilang karena diculik makhluk halus telah ditemukan seorang warga di penyeberangan (tambangan) sungai brantas, masuk Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Pemuda berumur 31 tahun tersebut ditemukan seorang warga Desa Rejoso pinggir, Kecamatan Tembelang, bernama Lutfi (35) pada Selasa sore (15/9/2020) sekitar jam 15.30 Wib.

“Pertama kali ditemukan di tambangan, korban (saat itu) agak linglung,”ucap Kanitreskrim Polsek Peterongan, Jombang Ipda Dian Rizal Mabrur ditemui di mapolsek pada Selasa malam.

Rozi dikabarkan hilang pada Senin (14/9/2020) dini hari sekitar jam 02.30 Wib. Saat itu, warga setempat geger lantaran menduga pemuda itu hilang digondol makhluk astral wewe gombel dan dibawa ke rerumpunan bambu yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah hampir satu malam melakukan pencarian dan tidak membuahkan hasil, pihak keluarga pada hari Selasa siang secara resmi melaporkan hilangnya Fatchur Rozi ke Polsek Peterongan.

Diyakini Diculik Makhluk Halus, Pemuda Jombang Ditemukan di Penyeberangan Brantas
Kanitreskrim Polsek Peterongan Ipda Dian Rizal Mabrur bersama Fatchur Rozi di RSUD Jombang/ Dok. Jurnaljatim.com
Fatchur Rozi kondisinya pucat

Menurut Rizal, saat ditemukan kondisi pria yang masih lajang tersebut terlihat pucat. Diduga dia lapar setelah dua hari tidak makan.

“Kondisinya pucat karena mungkin belum makan karena hanya makan roti saja, itu pun dikasih orang. Kemudian korban kita bawa ke Rumah Sakit dan diinfus karena kurang cairan,” tambahnya.

Kepergian Fatchur Rozi tanpa sepengetahuan orang dan sempat viral di media sosial (medsos) diduga akibat depresi lantaran minta menikah namun tidak diizinkan orang tuanya. Saat itu, orang tuanya juga menegur Rozi karena masih belum memiliki pasangan.

“Setelah ditegur kemudian dia berpikir, akhirnya dia depresi dan seakan-akan ada orang bnayak yang terus memarahi. Sehingga pada Senin (14/9/2020) sekitar pukul 02.30 Wib Ia keluar dari rumah dengan tujuan juga tidak tahu yang penting dia berjalan,” ujarnya.

Rizal menambahkan, saat diperiksa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hingga saat ini Rozi masih berada di RSUD Jombang guna menjalani perawatan medis akibat sakit yang telah diderita sebelumnya.

“Dia juga punya penyakit dalam,” kata Rizal menutup penjelasannya kepada wartawan.


Editor: Azriel