oleh

Pria di Jombang Nekat Sayat Leher Pakai Sabit Diduga Faktor Ekonomi

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Diduga lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap dan kebingungan masalah ekonomi, MY (33) warga Plandaan, Jombang berputus asa dan berusaha mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat leher menggunakan senjata tajam sabit.

Percobaan bunuh diri di dalam bekas kamar rumah mertuanya Saeman (75) Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan pada Senin malam (31/8/2020) sempat bikin geger warga setempat. Sebab, saat ditemukan dia tergeletak bersimbah darah di lantai tanah.

Nyawa MY berhasil selamat setelah aksi nekatnya itu diketahui saudara iparnya Fatkurrozi (45) saat hendak melihat ayam di rumah mertuanya tersebut. Fatkurrozi saat itu melihat kaki berada di dalam kamar yang sempat mengira kaki mertuanya.

“Semula Fatkurrozi mengira kaki itu adalah Saeman yang sedang tiduran di kamar. Dipanggil beberapa kali tidak menjawab, dicek ternyata korban Maryono tergeletak di tanah dalam keadaan terlentang menghadap ke atas,” ungkap Kapolsek Plandaan, AKP Akwan, Selasa (1/8/2020).

Kondisi MY saat itu bagian lehernya terdapat luka bekas sayatan benda sajam. Di samping dia ada sebilah sabit. Melihat korban tergeletak, Fatkurrozi pun berteriak cari pertolongan warga.

“Keadaan leher korban bagian depan terdapat luka sayatan dengan kedalaman 5 sentimeter dan panjang 15 sentimeter, berlumuran darah serta ada sebilah sabit yang terdapat bercak darah tergeletak di sebelah kiri korban,” terangnya.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Sebilah sabit yang ada bercak darah beserta sandal jepit diamankan sebagai barang bukti. Sementara MY dibawa ke Rumah sakit Ploso untuk dimintakan visum.

Ikwan mengatakan, disekitar TKP tidak terdapat ceceran darah, dan hanya di tempat korban. Kemudian, pada korban hanya terdapat luka di leher yang lurus beraturan diduga bekas sayatan sabit yang dilakukan oleh korban sendiri. Sementara dibagian tubuh yang lain tidak diketemukan luka.

“Berdasarkan keterangan Fatkurrozi, korban sebelum kejadian terlihat sering melamun sepertinya ada suatu permasalan yang dipendam,” ujarnya.

Akwan menambahkan, selama ini korban bertempat di kediaman mertuanya. Aksi nekat itu diduga karena faktor ekonomi sehingga korban sering binggung dan melamun, karena di musim pandemi corona kebutuhan ekonomi keluarganya sangat kurang.

“Jadi yang mendasari aksi korban ini melakukan hal tersebut, diduga faktor ekonomi,” pungkasnya.


Editor: Hafid