oleh

15 Karyawan Pabrik di Jombang Kesurupan Disaat Buruh Lain Demonstrasi

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Belasan buruh pabrik sandal dan sepatu PT Pradipta Perkasa Makmur mendadak kesurupan di saat para buruh dari berbagai daerah sedang melakukan aksi unjukrasa menolak undang-undang omnibus law cipta kerja.

Peristiwa kesurupan kayawan pabrik sandal yang ada di Jalan Raya Sumobito, Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa timur tersebut membuat panik buruh lain yang sedang bekerja di dalam pabrik.

Informasi yang dihimpun Jurnaljatim.com, kejadian itu berlangsung lebih dari dua jam. Tak ada yang tahu persis awal mula kejadiannya. Tiba-tiba salah satu karyawan mengalami kesurupan lalu menjalar ke belasan lainnya yang berada di dalam pabrik.

Semua yang kerasukan merupakan karyawan perempuan bekerja di bagian produksi devisi finising. Satu persatu kemudian ditenangkan oleh seorang paranormal yang telah didatangkan pihak perusahaan.

“Ya terjadi kesurupan karyawan yang sedang melaksanakan produksi dari devisi finishing,”kata Irwan Yulianto kepala sekuriti pabrik ditemui di lokasi.

Menurut dia, salah seorang dari karyawan yang kesurupan tidak hanya kali ini saja mengalaminya, namun sudah sering terjadi. Mesku begitu, Irwan tidak menjelaskan secara detil karyawan tersebut.

“Kebetulan memang salah satu sudah sering kejadian seperti itu (kesurupan), mungkin juga dari teman-teman merasa takut atau terbawa pikiran sehingga ikut kesurupan,” katanya.

Dia menyebut, ada sekitar 15 orang karyawan diduga kerasukan ‘makhluk halus’. Saat itu, upaya yang dilakukan pihak perusahaan mendatangkan paranormal ke lokasi. Paranormal tersebut menetralisir karyawan yang kesurupan setelah itu di antar pulang ke rumahnya.

“Kesurupannya beruntun, ada sekitar 14 sampai 15 orang. Kita memanggil salah satu paranormal untuk menetralisir di sini. Kemudian karyawan yang kesurupan kita antar pulang ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, saat itu paranormal juga diminta untuk menetralisir pihak manajemen dan sejumlah tempat di pabrik tersebut.

“Kita minta dari paranormal dan dari manajemen juga untuk di netralisir. Ke dalam juga sudah di netralisir sudah kita laksanakan mudah mudahan juga sudah tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Anggota Polsek Mojoagung, Iptu Trisula Hadi bersama anggota lainnya terlihat berada di lokasi untuk memantau sekaligus membantu mengamankan lokasi. Tujuannya mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas

“Ya sekitar 2 jam lebih kejadiannya. Kita mendatangi lokasi antisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.


Editor: Azriel