oleh

Pandemi COVID-19, Fatayat NU Beri Pelatihan Kewirausahaan Ibu-Ibu

Jombang, Jurnal Jatim – Masa pandemi COVID-19 dibutuhkan kreativitas dan keuletan agar bisa menghasilkan pendapatan sehari-hari. Ibu-ibu di Jombang, Jawa Timur misalnya, dilatih membuat makanan olahan atau frozen food tahu bakso oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Jombang.

Pelatihan itu dihadirkan seorang narasumber khusus yang cukup berhasil membuat tahu bakso. Narasumber itu memberi resep, memandu hingga mengarahkan pembuatannya.

Ibu-ibu Fatayat yang hadir terlihat antusias mengikuti kewirausahaan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Gudo, Jombang. Mereka mengaku pelatihan itu bermanfaat bagi pribadi maupun keluarga.

Salah satu peserta, Anik Qoirul Ummah (44) mengaku pelatihan itu memberikan banyak manfaat bagi dirinya, terutama untuk memperbaiki perekonomian selama wabah virus corona mewabah.

“Untuk memperbaiki ekonomi keluarga yang suaminya di-PHK, ada juga yang tidak kerjax kerjaannya diliburkan dulu. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kita,” kata wanita asal Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.

Ketua Fatayat NU Jombang Lailatun Ni’mah/ Zainul Arifin
Menambah pendapatan keluarga

Ketua PC Fatayat NU Jombang, Lailatun Ni’mah mengatakan pelatihan itu untuk menjaga ketahanan pangan keluarga anggota Fatayat NU Jombang serta menambah pendapatan atau income keluarga di tengah pandemi yang belum diketahui masa berakhirnya.

Perempuan yang akrab disapa Ning Eli tersebut mengatakan pelatihan diikuti oleh pengurus Fatayat NU daru Kecamatan Gudo, dan Ngoro.

“Agar bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga, bisa memberikan ‘income’ bagi perekonomian keluarga. Membantu para suami-suami, mungkin ada yang di PKH, mungkin ada juga yang kesulitan di perekonomian,” kata Ning Eli.

Pemilihan materi pembuatan makanan olahan tersebut karena sangat praktis dan bisa dikerjakan para ibu-ibu di rumah. “Dan pekerjaannya ‘simple’, siapapun bisa,” sebut Eli.

Setelah ibu-ibu dari organisasi Badan otonom NU tersebut bisa membuat makanan olahan, maka hasil produksinya bisa dipasarkan atau dijual ke teman maupun secara online.

“Bisa dijual makanan olahan tersebut, biar dapat pemasukan bagi keluarga,” kata istri dari Farid Alfarisi, wakil ketua DPRD Jombang.

Eli menambahkan kegiatan kewirausahaan akan dilakukan bergilir di kecamatan-kecamatan di utara Sungai Brantas di Jombang. Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2020.

“Kami berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan bergulir di kecamatan-kecamatan seluruh Kabupaten Jombang. Agar teman-teman Fatayat bisa menggali potensi untuk ber-‘enterpreneur’,” imbuhnya.

Ahmad Muzaki yang memberikan materi pelatihan mengungkapkan pembuatan tahu bakso itu menggunakan berbagai bahan, di antaranya garam, daging ayam, telur tepung dan bumbu khusus lainnya.

“Diharapkan nanti, masyarakat bisa mengembangkan dan menjual makanan ini agar bisa menambah pemasukan keluarganya masing-masing,” katanya.

Ibu-ibu fatayat NU latihan membuat makanan olahan/ Zainul Arifin

 

Editor: Azriel