oleh

Motif Pembunuhan Bocah MI di Jombang Ditengarai Password Game

Jombang, Jurnal Jatim – Polres Jombang, Jawa timur menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap seorang pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial ARP (12) di Mapolres setempat, Selasa (27/10/2020).

Reka ulang dengan 22 adegan tersebut digelar secara tertutup karena tersangka berinsial AHR (16) masih berusia di bawah umur.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang Ipda Agus Setiyani mengatakan motif AHR membunuh pelajar kelas 6 MI karena dendam dan sakit hati karena tidak diberitahu password game.

“Kalau kita mintai keterangan tidak ada masalah lain, cuma masalah game itu aja. Motifnya sakit hati dan dendam karena password-nya belum dikasihkan meskipun sudah ditebus dengan uang Rp200 ribu. Pasword untuk membuka akun game,” katanya.

Game dibuat tersangka sejak MI

Dia mengungkapkan, game itu dibuat tersangka sejak masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah yang saat ini sudah masuk pada level 90.

“Tersangka bikin akun bersamaan dengan korban, yang korban ini tau kunci password-nya, terus waktu itu tersangka lupa, tanya korban terus tidak dikasih-kasih,” ungkapnya usai rekonstruksi.

“Dia mau menebus uang Rp200 ribu itu biar password dikasihkan. Jadi, tersangka dendam sudah berkali kali minta password tapi tidak dikasih,” lanjutnya.

Hingga akhrinya pada pada Rabu 21 Oktober lalu, tersangka mengajak korban dan temannya AMA (17) dengan alasan foto selfie di kawasan wisata Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang.

Saat berada di sungai kawasan wisata, tersangka menarik dan menceburkan remaja itu ke sungai. Sempat korban melambaikan tangan ke atas air, Namun ditenggelamkan korban dengan menggunakan kakiknya.

“Dari adegan ke 16, korban ditarik ke sungai, terus masih sempat tangannya ke atas, habis itu tersangka menenggelamkan pakai kaki sebanyak tiga kali,” kata Agus Setiyani

“Waktu membunuh temannya berjarak 2 meter. Temannya melihat waktu (korban) sudah masuk ke sungai, mau menolong tidak boleh sama tersangka,” Agus Setiyani melanjutkan.

Ditambahkan Agus Setiyani, tersangka mengaku menyesal telah membunuh remaja asal Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang tersebut. Kendati begitu, proses hukum tetap berjalan.

“Cuma mungkin nanti hanya untuk meringankan saja kalau sudah ada maaf dari (orang tua) korban,” katanya.

Atas tindakannya, tersangka dijerat pasal 76 c junto pasal 80 ayat 3 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,.

 

 

Editor: Azriel