oleh

Pandemi COVID-19, Pelawak Kirun: Masih Diberi Hidup Dan Makan!

Jombang, Jurnal Jatim – Pelawak Kirun adalah salah satu dari sekian seniman lainnya yang terdampak COVID-19. Pria asal Madiun, Jawa timur itu merosot pendapatannya akibat hantaman corona sejak 7 bulan lalu.

Namun, Kirun menyadari bahwa tidak hanya dirinya saja yang menjadi “korban” corona. Seluruh artis di Jakarta dan juga semua lapisan masyarakat juga terimbas wabah virus corona, sehingga mau tidak mau harus ditanggung secara bersama-sama.

Seniman lawak bernama Haji Muhammad Syakirun menuturkan di masa pandemi banyak melakukan penyesuaian, yakni tampil secara virtual seperti seniman dan artis lainnya. Sebab, adanya kebijakan pembatasan izin pentas.

“Kita masih bisa virtual secara daring tapi tidak seperti sebelum pandemi, yang penting kan menyesuaikan, dan yang mengalami kan bukan kita sendiri semua kena dampak, mau tidak mau ya kita tanggung bersama,” kata abah Kirun sapaan akrabnya.

Kirun menyebut, grafik pendapatannya menurun drastis sejak pandemi melanda. Namun, lagi-lagi ia menyebut kondisi seperti itu juga dirasakan semua artis maupun seniman di seluruh Indonesia.

“Kalau prinsip saya loh, penting diberi hidup diberi makan. Dan ini yang merasakan bareng-bareng semua,” ucap Kirun dengan bahasa jawa.

“Selama pandemi ya grafik (pendapatan) menurun, tidak hanya saya aja, artis Jakarta semuanya lockdown. Kan tidak ada izin, pentas dibatasi dan tidak boleh. Nanti senimannya, pemusiknya, misalnya pelawaknya protokol kesehatan. Nah terus penontonnya?. Untuk itu ya kita menyesuaikan sama-sama,” Kirun melanjutkan.

Penyesuaian yang dilakukan pemilik depot jamu seni di Madiun itu dengan membuat program virtual untuk ditawarkan ke masyarakat. Jika program itu direspon baik maka akan membuat virtual. Dengan begitu pemasukan akan didapat.

“Kita tidak mungkin virtual tanpa ada pemasukan. Jadi kita bikin program, kita tawarkan ke tokoh masyarakat, ke pengusaha dan perusahaan. Begitu ada kontribusi anggaran masuk, baru kita bikin virtual,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan kesenian tradisional ludruk hari ini?. Kirun menegaskan jika kesenian tradisional tersebut masih tetap eksis dan diminati masyarakat.

“Kata siapa ludruk jarang?, Ludruk tidak usah dihidupi sudah hidup,” kata Kirun menjawab pertanyaan wartawan usai pentas sebuah acara disebuah Hotel di Jombang, Sabtu (24/10/2020).

“Lihat Jombang, Sidoarjo sampai Lamongan, Tuban. Orang Jatim khususnya Tapal kuda sampai Jember, tidak merasa punya hajat kalau tidak punya ludruk.  Lihat aja job (grup) Budi Wijaya, Karya budaya masih banyak yang mengundang,” sambung Kirun memungkasi.

Pelawak Haji Muhammad Syakirun alias Kirun/Zainul Arifin