oleh

Kemudi Fortuner Tanpa Masker, Wanita Ini Kena Razia Yustisi di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Pandemi COVID-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur masih belum usai, namun masyarakat masih nekat tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Alasannya beragam, mulai lupa hingga sengaja tidak memakai karena gerah.

Seperti dikatakan FZ, pengemudi mobil Fortuner plat B yang terjaring razia yustisi di Jalan Wahid Hasyim, tepatnya di bundaran ringin contong, Kabupaten Jombang pada Kamis (5/11/2020).

Perempuan berkerudung itu beralasan tidak memakai masker lantaran merasa berada di dalam mobil. Padahal saat itu dia juga membawa masker.

“Seharusnya masker tetap dipakai, ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19,” kata seorang petugas Satpol PP.

Saat hendak didata, pengemudi yang tinggal di Kecamatan Peterongan itu tidak membawa identitas. Lantas, petugas menghukum wanita itu dengan menghafal pancasila dan berjanji tidak mengulangi kembali.

Alasan lain disampaikan remaja berinisial AZ. Dia yang naik motor dibonceng ibunya mengaku gerah ketika memakai masker.

“Sumuk (gerah) pakai masker pak,” kata pelajar kelas I SMP tersebut kepada sejumlah wartawan di lokasi.

AZ saat itu disanksi petugas dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan menggunakan alat pengeras suara megaphone.

Semua pelanggar protokol kesehatan yang terjaring petugas mengaku kapok dan berjanji akan terus memakai masker saat berada di luar rumah.

Data yang didapat Jurnaljatim.com, razia petugas gabungan Polri, TNI dan Satpol-PP yang berlangsung selama satu jam telah menjaring puluhan pelanggar tak pakai masker. Mereka disanksi sosial dan tipiring.

Pelanggar protokol dihukum push-up/ Zainul Arifin

Perwira pengawas Polres Jombang AKP Mochamad Mukid mengatakan penindakan dan penertiban pelanggar protokol kesehatan itu implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perda Provinsi Jatim nomor 2 tahun 2020 dan Perbup Jombang nomor 57 tahun 2020.

“Razia kali ini kita dapati sebanyak 23 prlanggar dengan perincian 16 orang kita tindak tipiring  sidang di pengadilan sedangkan untuk yang 7 orang kita laksanakan tindakan sanksi sosial di tempat,” kata Kasatresnarkoba tersebut.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kabid Ketertiban Umum dan SDA Satpol PP Jombang, Haris Aminuddin menyebut tingkat kesadaran warga masyarakat dalam menggunakan masker sudah meningkat.

Haris mengatakan pada awal bulan lalu, sekali menggelar razia protokol kesehatan, jumlah pelanggar 200 orang lebih. Saat ini, jumlah pelanggar hanya sekitar 20 sampai 30 orang.

“Untuk tingkat kedisiplinan dibandingkan awal awal waktu kita melakukan operasi, 1 kali operasi bisa terjaring 241 orang, kalau hari ini rata rata pelanggaran dikisaran 20 sampai 30 orang. Jadi tingkat penurunannya sebenarnya sudah lumayan bagus,” kata Haris.

Ia menambahkan, razia protokol kesehatan digelar sampai darurat COVID-19 selesai. “Untuk sementara darurat COVID-19 kalau perbup itu sampai dengan 29 November dan itu bisa diperpanjang manakala diperlukan,” tandasnya.

Pengemudi mobil fortuner terjaring razia protokol kesehatan/ Zainul Arifin

 

Editor: Hafid