oleh

Laporan Dicabut, Kasus KDRT Kades Banyuurip Tuban Berakhir Damai

Tuban, Jurnal Jatim –  Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Sugiyanto Kepala Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa timur terhadap istrinya Rani Hanggar (24) berakhir damai.

Pasalnya, Rani Hanggar selaku pelapor telah datang ke kantor polisi untuk mencabut laporan terhadap suaminya.

“Laporannya telah dicabut karena itu delik aduan, dan damai,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri, Selasa, (3/11/2020).

Kades Banyuurip, Sugiyanto sebelumnya dilaporkan istrinya atas dugaan melakukan penganiayaan fisik atau KDRT. Lantas, laporan itu ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban.

Pihak kepolisian menjelaskan laporan itu dicabut karena pihak suami telah minta maaf dan pertimbangan anak-anaknya masih kecil. Sehingga, hasil mediasi disepakati bahwa kasus tersebut diselesaikan secara damai.

“Pertimbangan laporannya dicabut karena anak-anaknya masih kecil, dan sudah damai,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, berdasarkan laporan kejadian kasus itu bermula saat korban bersama terlapor berada dirumah di Dusun Jangur Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jumat (28/8/2020) sekitar pukul 08.00 Wib.

Saat berada di rumah, korban memegang handphone milik suaminya untuk melihat-lihat. Mengetahui hal itu, suami korban yang merupakan kades tidak terima dan langsung marah serta membentak.

Selain itu, korban dalam laporannya juga mengaku dipukul oleh suaminya dengan menggunakan tangan kosong bagian kanan dan mengenai mulut korban sampai mengeluarkan darah.

Tak hanya itu, dalam laporannya Kades Banyuurip itu diduga telah menjambak rambut korban sebanyak tiga kali. Selain itu menarik tangan korban hingga terdapat luka lebam di tangan kanan korban.

 

 

Editor: Hafid