oleh

Mahasiswa di Jombang Bikin Sabun Cuci Tangan Dari Minyak Jelantah

Jombang, Jurnal Jatim – Minyak bekas atau jelantah ternyata masih bisa di daur ulang. Sejumlah mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengolahnya menjadi sabun cuci tangan.

Sabun bentuk kemasan batangan itu bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga kebersihan di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Ide kreatif mahasiswa dan mahasiswi tersebut telah disosialisasikan kepada sejumlah warga Desa Barong Sawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pekan lalu.

Seorang mahasiswi Unwaha, Shintia Ira Claudia, Jumat (6/11/2020) menuturkan, sabun cuci tangan dengan bahan dasar minyak jelantah tersebut dicampur dengan bahan lainnya, di antaranya soda api, air bersih, serta pewangi alami.

Campuran itu diolah menggunakan peralatan hand blender, bejana, cetakan, dan kain mori atau saringan. Sebelum dicampurkan ke bahan lain, minyak bekas terlebih dahulu dimasuki arang dan didiamkan selama kurang lebih 1 hari.

“Hal ini bertujuan untuk mengurangi bau kurang sedap minyak jelantah. Setelahnya, baru minyak jelantah bisa dicampurkan dengan bahan-bahan secara berurutan,” kata dia.

Lebih lanjut Shitia mengatakan proses pembuatan sabun itu memerlukan waktu kurang lebih 2 hari. Setelah itu, bisa digunakan untuk mencuci tangan layaknya sabun pada umumnya.

“Ini juga bisa menjaga dan ramah lingkungan. Agar limbah minyak goreng tidak dibuang di sungai, dan tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.

Ide pembuatan sabun cuci tangan itu, kata Shintia, setelah adanya anjuran pemerintah untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya yakni mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.

“Dari situ kita berfikir, kalau orang-orang beli sabun terus, apalagi sekarang musim PHK, musim pemotongan gaji, makanya kita membuat gimana caranya orang-orang tetap bisa menjaga kebersihan, tetap bisa cuci tangan, tapi tidak mengeluarkan uang banyak,” katanya.

Dengan adanya terobosan itu, Shintia berharap pengeluaran warga yang biasanya digunakan untuk membeli sabun untuk mencuci tangan bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak seperti untuk makan, ataupun kebutuhan pokok lainnya.

 

Editor: Azriel