oleh

Santunan Nasional Rp4 Miliar, Shiddiqiyyah Doakan COVID-19 Berakhir

Jombang, Jurnal Jatim – Jamaah Shiddiqiyyah, Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur menggelar santunan kepada anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa di seluruh daerah di Indonesia. Total uang santunan yang disalurkan lebih dari Rp4 miliar.

Ketua Umum Dhilaal Berkat Rahmat Alloh (Dibra) Pusat, Hj Sofwatul Ummah mengungkapkan santunan itu merupakan agenda nasional yang rutin setiap tahun untuk mendoakan bangsa Indonesia dari segala keterpurukan.

“Santunan ini digelar secara serentak di 24 provinsi dan 141 kabupaten dan kota se-Indonesia serta perwakilan Luar Negeri,” ungkap istri dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, KH Muchtar Muchti.

Dia menjelaskan dengan melakukan sadaqoh, semua penyakit ataupun semua gangguan akan hilang. Jadi, lanjut Sofwatul Ummah, selain berdoa juga usaha secara lahiriah.

Kegiatan santunan nasional Shiddiqiyyah di Jombang/Zainul Arifin
Terapkan protokol kesehatan

Sementara itu, pantauan Jurnaljatim.com di pesantren Shiddiqiyyah Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang juga dilakukan santunan dan doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan itu untuk mendoakan keselamatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia sekaligus mendoakan pandemi COVID-19 segera berakhir dari Indonesia.

Lantaran masih kondisi pandemi COVID-19, kegiatan itu tetap menggunakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dengan tidak berkerumun.

“Tadi di beberapa tempat kita siapkan wastafel beserta sabun dan piranti lainnya. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, santunan nasional ini akan menjadi berkah agung bagi masyarakat, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.

Perempuan yang akrab disapa Ning Shof menambahkan doa bersama yang dilantunkan para Jamaah selain ditujukan agar COVID-19 segera berakhir, juga ditujukan agar Tanah Air Indonesia bisa selamat selama-lamanya.

“Tidak mungkin kita akan seperti ini terus, ndak mungkin. Karena Alloh itu menciptakan ada siang ada malam, ada puasa ada hari raya, ada COVID-19 datang, Insya Alloh segera pergi dengan adanya sadaqoh-sadaqoh dan santunan ini,” ujarnya.

Menurut dia, santunan dan sadaqoh sangat perlu dilakukan agar terhindar dari kedustaan agama. Selain itu sebagai salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air Indonesia.

“Cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang tidak kalah penting, adalah kita dianjurkan untuk berkasih sayang,” pungkasnya.

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah KH Muchtar Muchti/Zainul Arifin

Berdasarkan data yang dirilis secara tertulis, jumlah santunan warga Shiddiqiyyah setiap tahunnya cenderung meningkat. Saat kali pertama diselenggarakan pada tahun 2006, jumlah penerima santunan sebanyak 6.517 orang dengan nilai santunan total sebesar Rp530 juta.

Kemudian pada tahun 2019 pada santunan nasional ke-15, jumlah penerima santunan sebanyak 24.291 orang dengan nilai total santunan sebesar Rp3,7 miliar lebih.

“Ini sudah yang ke 16, di dalam santunan nasional ini kita mendoakan Bangsa dan Negara Indonesia supaya selamat dari bermacam-macam cobaan apapun termasuk corona ini,” kata humas panitia Santunan Pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah, Edi Setiawan.

 

 

Editor: Azriel