oleh

Jasad Pemuda Nganjuk Ditemukan di Sungai Brantas Jombang

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Sesosok jasad manusia ditemukan mengapung di sungai brantas masuk dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa timur. Jasad itu telah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Jasad itu diduga, atasnama Agung Andri Asmoko warga RT 01/3 Dusun, Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk yang tiga hari lalu diduga bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai brantas.

“Betul, ditemukan sekitar jam 09.00 Wib oleh Sutrisno pemilik warung iwak kali,” kata AKP Darmaji, Kapolsek Bandarkedungmulyo dikonfirmasi Jurnaljatim.com, Senin (30/3/2020) siang.

Jasad berputar di bendungan

Awalnya, Sutrisno pergi ke sungai brantas yang tidak jauh dari warungnya. Setiba di Sungai Brantas, ia melihat sosok jasad manusia terapung dan berputar disekitar DAM (Bendungan) sungai desa setempat. Sutrisno kemudian melapor ke Kades setempat dan diteruskan laporan ke Polsek Bandarkedungmulyo.

“Selanjunya, kami mendatangi lokasi bersama tim SAR dari Nganjuk dan Trenggalek,” kata Darmaji.

Arus deras menyulitkan evakuasi

Begitu tim basarnas gabungan tiba di lokasi, segera mengevakuasi jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut. Akan tetapi, arus sungai di bendungan tersebut sangat deras, sehingga petugas agak kesulitan untuk mengevakuasinya.

“Memang saat itu sulit mengevakuasinya, karena arusnya deras. Tapi, setelah dilakukan upaya, akhirnya bisa dievakuasi dari sungai. Korban sudah dalam keadaan meninggal,” ujat Kapolsek.

Untuk kepentingan lebih lanjut, mayat tersebut kemudian dibawa ke Rumah sakit umum daerah (Kertosono) Kertosono dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Ngronggot Polres Nganjuk. “Mayat dibawa ke RSUD Kertosono,” pungkas Darmaji.

Sebelumnya diberitakan Jurnaljatim.com, seorang pemuda berstatus mahasiswa bernama Agung Andri Asmoko nekat menceburkan diri ke tengah Sungai brantas saat menumpang perahu penyeberangan di Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot Nganjuk, pada Sabtu (28/3/2020) pagi.

Saat kejadian, penumpang perahu lainnya tidak berani menolong karena arus sungai brantas cukup deras. Diduga, korban mengalami depresi semenjak pulang kerja dari Kalimantan.


Editor: Azriel