oleh

Bulan Suro Jadi Berkah Jasa Cuci Pusaka, Omset Rp2,5 Juta Per Hari

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Bulan Suro di tahun 1442 hijriah menjadi berkah tersendiri bagi pasangan suami istri Sudahri (51) dan Sujini (49). Mereka kebanjiran order dalam pelayanan jasa mencuci benda pusaka di pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa timur.

Sudahri menuturkan, banyak orang datang berkunjung ke tempat lapaknya untuk meminta tolong mencucikan benda pusaka miliknya, di antaranya pusaka keris, tombak, patrem, pedang serta sikepan. Di bulan Suro ini, ordernya meninggal berkali kali lipat.

“Peningkatannya mencapai 500 persen. Jika biasanya normal per hari 10 pusaka, kalau sekarang 50 pusaka per hari, itupun bisa lebih,” tuturnya, Sabtu (22/8/2020).

Sudahri selalu mengerjakan pesanan bersama isterinya. Patokan tarif dikisaran Rp40 ribu hingga Rp150 ribu per pusaka. Harga itu tergantung panjang dan pendeknya pusaka. Jika tarif dibuat rata-rata Rp50 ribu per pusaka, maka omset warga Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung itu capai Rp2,5 juta lebih per hari.

“Ini rata-rata mencucikan pusaka keris. Untuk pengerjaanya saya lakukan dengan istri saya. Ini merupakan berkah bagi kami saat pandemi corona,” kata pria yang mempunyai dua orang putera tersebut.

Direndam dalam konsentrat

Awalnya, dilakukan pembersihan di benda pusaka yang kotor dan berkarat. Ia bersihkan dengan bahan jeruk nipis, sabun colek dan klerak. Selanjutnya, pusaka itu dibilas dengan bersih lalu dijemur hingga kering. Setelah itu diwarangi atau direndam dalam konsentrat cairan khusus berwarna hitam pekat.

“Tujuannya biar pamor yang terdapat pada bilah pusaka muncul kontras dengan warna bilahnya,” ucapnya.

Keahlian Sudahri dalam mencuci pusaka selama 25 tahun lebih juga menjadi jujugan para kolektor daru berbagai kota. Mulai dari orang biasa hingga pejabat datang ke tempatnya. Sebab, selain mewarangi pusaka, Sudahri jgua membuat atau memperbaiki warangka atau sarung pusaka dengan bahan dari berbagai jenis kayu.

Sementara itu, Candra (32), ASN (Aparatur Sipil Negara) asal Kota Surabaya mengaku sudah 6 tahun menjadi pelanggan tetap jasa cuci pusaka Sudahri. Menurut dia, tidak hanya harganya terjangkau, namun hasilnya juga cukup bagus dan membuat pusakannya keluar pamor.


Editor: Hafid