oleh

Pekerjaan Terimbas Corona, Residivis Jebolan Lapas Jombang Jual Sabu

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Dua warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas IIB Jombang yang bebas setelah mendapat program asimilasi dari kementerian hukum dan HAM kembali mengedarkan narkoba.

Adalah Slamet Basuki alias Cak Bas (47) warga Desa Janti, Kecamatan Mojoagung dan Suwiknyo alias Sinyo (32) warga desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa timur.

Mereka ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Jombang saat mengonsumsi sabu disebuah rumah Desa Janti, Kecamatan Peterongan. Dari kedua residivis jebolan lapas Jombang itu, polisi mengamankan sabu 7,39 gram.

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengungkapkan Bas merupakan target operasi (TO) karena diketahui setelah keluar dari lapas kembali mengedarkan sabu. Sedangkan Sinyo pengembangannya.

“Keduanya residivis perkara narkotika yang kita tangkap pada tahun 2018 lalu. Kemudian bebas dapat program asimilasi tahun 2020 tepatnya empat bulan lalu,” ungkap Mukid kepada Jurnaljatim.com, Jumat (3/9/2020).

Pekerjaan Terimbas Corona, Residivis Jebolan Lapas Jombang Jual Sabu
Kasatresnarkoba AKP Moch Mukid bersama tersangka Bas di Polres Jombang/ Zainul Arifin

Imbas pandemi corona

Pengakuannya, lanjut Mukid, Bas menjalani pekerjaan lamanya itu lantaran masalah ekonomi. Sebab, pekerjaan setelah keluar dari lapas sebagai kontruksi sepi orderan akibat pandemi corona.

“Pekerjaanya Bas pasang plafon, interior dan sebagainya. Karena sepi order, dia kembali mengedarkan sabu,” jelas perwira pertama kelahiran Tarokan, Kabupaten Kediri tersebut.

Dengan bisnis sabu, Bas mudah dapat uang dengan untung menggiurkan. Sabu dibeli per gram Rp1 juta, kemudia dijual kembali seharga Rp1,5 juta. Selain untung uang, Bas juga dapat mengonsumsi sabu. Barang haram itu diperoleh dari jaringan lama di daerah Sidoarjo. Sistem transaksi masih cara lama yaitu meranjau barang disuatu tempat yang telah disepakati.

“Sabu dibungkus rokok dan ditaruh di bawah jembatan layang (flyover) Peterongan, Jombang. Kami menduga kurir bagian ranjau dikendalikan seorang napi di lapas Porong. Tetapi ini masih terus kami dalami,” ujarnya.

Dari tersangka Bas diamankan sabu 6,27 gram dan dari Sinyo sabu 1,12 gram. Polisi juga mengamankan perangkat alat isap; timbangan; Handphone dan uang total Rp550 ribu. Atas perbuatannya, keduanya kembali dijebloskan penjara dan dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a) UURI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” pungkasnya.


Editor: Hafid